Home
Pages
Pembinaan dan Pengawasan Hubungan Industrial

Pembinaan dan Pengawasan Hubungan Industrial


  1. Bidang Pembinaan dan Pengawasan Hubungan Industrial oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok merencanakan operasional, mengelola, mengoordinasikan, mengendalikan, mengevaluasi dan melaporkan urusan kegiatan bidang Hubungan Industrial.
  2. Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasanmempunyai fungsi:
    1. perencanaan operasional kegiatan bidang Pembinaan dan Pengawasan Hubungan Industrial;
    2. pengoordinasian kegiatan bidang Pembinaan dan Pengawasan Hubungan Industrial;
    3. pengelolaan kegiatan bidang Pembinaan dan Pengawasan Hubungan Industrial;
    4. pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan bidang Pembinaan dan Pengawasan Hubungan Industrial; dan
    5. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  3. Dalam  menyelenggarakan  fungsinya  sebagaimana  dimaksud   pada   ayat   (2), Kepala Pembinaan dan Pengawasan BidangHubungan Industrialmempunyai uraian tugas sebagai berikut:
      1. merencanakan operasional urusan Pembinaan dan PengawasanHubungan Industrialsebagai pedoman  pelaksanaan tugas;
      2. mengoordinasikan  penyusunan Rencana Startegis dan Rencana Kerja urusan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial;
      3. menghimpun bahan penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja urusan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial;
      4. menghimpun bahan-bahan RPJPD, RPJMD dan RKPD urusan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial sebagai bahan penyusunan RPJPD, RPJMD dan RKPD kabupaten;
      5. menghimpun bahan-bahan LPPD Tahunan dan LPPD Akhir masa jabatan urusan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrialsebagai bahan penyusunan LPPD Tahunan dan LPPD Akhir masa jabatan Bupati; 
      6. menghimpun bahan-bahan LKPJ Akhir Tahun dan LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati urusan Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial; 
      7. merumuskan rencana operasional penyelenggaraan urusan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial;
      8. menyelenggarakan urusan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial;
      9. menghimpun bahan penyusunan kebijakan dan atau peraturan lainnya urusan bidang Hubungan Industrial;
      10. menyusun bahan perumusan kebijakan teknis Pelaksanaan kebijakan pusat dan provinsi, penetapan kebijakan daerah dan pelaksanaan strategi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial;
      11. menyusun bahan pelaksanaan pembinaan (pengawasan, pengendalian, monitoring, evaluasi, dan pelaporan) penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial;
      12. melaksanakan pertanggungjawaban penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial;
      13. menyusun bahan perumusan pembentukan kelembagaan SKPD bidang Pembinaan danPengawasanHubungan Industrial di kabupaten;
      14. Melaksanakan penyusunan bahan pembinaan Sumberdaya Manusia di perusahaan dan kelembagaan Hubungan Industrial ( Organisasi Pekerja/Organisasi Buruh, APINDO, LKS Bipartit dan LKS Tripartit );
      15. Menyiapkan bahan verivikasi keanggotaan Serikat Pekerja/Serikat Buruh;
      16. Melaksanakan pelayanan pencatatan Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan Organisasi Pengusaha ;
      17.  Melaksanakan pembinaan terhadap unsur-unsur dan kegiatan yang berhubungan  dengan Ketenagakerjaan;
      18. Pelaksanaan pendidikan Hubungan Industrial tingkat dasar kepada pekerja/organisasi pekerja yang meliputi :