Home
news
Kerajinan Bambu Kampung Ciloa Rambah Pasar Jawa Barat

Kerajinan Bambu Kampung Ciloa Rambah Pasar Jawa Barat


Senin, 2017-09-04 - 11:18:41 WIB

Bertahun-tahun menggeluti kerajinan anyaman bambu, ketekunan dan keuletan para pengrajin bambu asal Kampung Ciloa, Desa Muktisari, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, itu akhirnya tak urung membawa hasil.

            Kini, berbagai produk kerajinan bambu yang mereka hasilkan bukan saja diakui pemerintah dan sering diikutsertakan dalam kegiatan pameran dan sejenisnya, melainkan secara perlahan-lahan berhasil merambah pasar kerajinan bambu khususnya di Jawa Barat.

            “Alhamdulillah sekarang kerajinan kami bisa menembus pasar-pasar di Jawa Barat bahkan Jakarta,” ucap Ny. Nining Karninsih, salah seorang tokoh penggerak wanita pengrajin bambu dari Kampung Ciloa, penuh rasa syukur dan bangga.

            Adalah Ny. Nining Karninsih bersama tokoh pengrajin sekampung lainnya seperti Suparno dan Suhendi, yang berinisiatif mengorganisir kegiatan para pengrajin bambu di kampungnya yang telah berlangsung turun-temurun itu. Mereka membentuk Kelompok Pengrajin Bambu “Kreatif” untuk membawa warga pengrajin bambu di kampungnya lebih maju dan produktif.

            “Sejak dulu Kampung Ciloa ini memang kampung pengrajin bambu. Cuma selama ini yang kami hasilkan baru sebatas barang kebutuhan tradisional dan dipasarkan secara tradisional pula. Karena itu hasilnya pun cuma alakadarnya,” papar Suparno dan Suhendi, masing-masing selaku pembina dan ketua Kelompok Pengrajin Bambu “Kreatif” menjelaskan.

            Dengan terbentuknya kelompok pengrajin, menurut mereka, barang-barang kerajinan yang dihasilkan pun menjadi lebih beraneka ragam. Jika sebelumnya hanya menghasilkan perabotan tradisional seperti said, boboko, ceceting, hihid, aseupan, nyiru, tampir, ayakan dan sebagainya, sekarang mereka bahkan bisa membuat produksi unggulan berupa taplak meja berbagai bentuk dan ukuran, tempat sampah besar dan kecil, tempat tissue, kipas, tempat sendok, tempat ballpoint, dan pernak-pernik barang supeniran.

            “Itu karena setelah terbentuk kelompok, kami dibina langsung oleh Dewan Kerajinan Nasional (DKN) tingkat kabupaten dan provinsi, baik melalui pelatihan, workshop, atau diikutsertakan dalam acara-acara pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah,” kata Suhendi menambahkan.

            Seiring dengan itu, pendapatan para pengrajin pun lumayan meningkat. Begitu juga prestasi kelompoknya meskipun baru berusia setahun lebih, cukup menonjol. Antara lain meraih penghargaaan dari DKND Provinsi Jawa Barat dan juara 1 Workshop Anyaman Bambu Tingkat Kabupaten Majalengka, dan baru-baru ini dipercaya mewakili peserta Jawa Barat dalam pameran kerajinan rakyat tingkat nasional di Batam bersama-sama peserta dari Kabupaten Garut.

            Untuk itu sebagai pengurus dan pengelola kelompok pengrajin, mereka mengucapkan terimakasih kepada kepala dusun, kepala desa, camat dan tripika setempat yang telah sama-sama membantu mereka meraih semuanya itu.*

AGUS NASORI/LOGAYMEDIA.COM


Share Berita


Komentari Berita